dsc_0001

dsc_0001

Yogjakarta. Wakaf adalah salah satu instrumen penguatan ekonomi umat islam. meski dalam kenyataannya, kurang dikenal oleh masyarakat. Masyarakat lebih kenal dengan zakat, infak, dan shadaqah.

Kenyataan itu yang mendorong Badan Wakaf Indonesia (BWI) berdasarkan UU No. 41 tahun 2004 untuk mengembangkan perwakafan, baik skala nasional maupun international, belum banyak diketahui khalayak.

Salah satu wujud kongkritnya adalah melakukan pelatihan nazhir-nazhir wakaf tidak hanya perorangan, tapi juga secara kelembagaan. Ahad-senin, 20-21 kemarin, BWI bersama PBMT Institute melakukan pendidikan dan pelatihan sertifikasi Nazhir wakaf yang bertempat di gedung Graha PBMT, Sleman, Jogjakarta.

Dalam pelatihan terdiri dari berbagai materi wakaf, mulai dari sejarah wakaf, fiqih wakaf, fundrising dan pengelolaan wakaf serta administrasi wakaf. Acara tersebut diikuti oleh 13 pengelola Baitul Maal KSPPS/BMT seluruh Indonesia, ada dari lampung, papua dan Jawa Tengah.

Dr. H. Nur Samad Kamba, Sekretaris Badan Wakaf Indonesia mengatakan bahwa dalam sejarah Islam, khususnya Mesir bisa besar dan memberi manfaat kepada perkembangan peradaban islam lebih dari seribu tahun hasil dari wakaf. Bahkan kini, sekitar 4500 lebih mahasiswa indonesia yang kuliah di mesin. Di indonesia ada UII Jogajakarta dan UNISULA semarang yang berkembang dengan wakaf.

“Wakaf bertujuan memanfaatkan harta benda wakaf sesuai dengan fungsinya dan Wakaf berfungsi mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum” kata Ir. Iwan Agustiawan Fuad, M.Si. “ bila zakat itu menyucikan, infak mengembangkan, sedang wakaf mengkokohkan harta bagi kepentingan umat” Iwan menambahkan.

Hingga kini, Fahruroji mengatakan, hingga tahun 2015 ada sekitar 103 KSPPS/BMT yang telah menjadi lebih dari nazdir BWI. Akumulasi sampai tahun 2015 dari 30 nazhir KSPPS/BMT mencapai Penghimpunan 2 milyar lebih. “Wakaf uang itu lebih mudah, fleksibel, siapa saja bisa dan pemanfaatannya lebih cepat” tambah fahruroji.

Bagi KSPPS/BMT, wakaf uang memiliki peranan penting dalam pemberdayaan umat, khususnya untuk pembiayaan umkm. Dengan adanya wakaf uang yang disimpan di BMT, BMT bisa dengan murah dalam memberikan pelayanan bagi pedagang, khususnya pedagang pasar tradisional.[zbr]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *