Baitul Maal PBMTI Jateng Gelar Roadshow dan Baksos

img_0223

PATI. Pagi-pagi beberapa ambulan baitul maal memasuki RS Fastabiq Sehat. Tanpa membawa pasien. Tapi membawa peserta roadshow dan Bakti sosial (Baksos) Baitul maal PBMTI Jateng. Mulai dari BMT Wonososobo, BMT Temanggung, BMT Magelang, BMT Solo, Jepara dan beberapa kabupaten yang ada di Jawa Tengah.

Roadshow dan Baksos Baitul maal PBMTI Jateng  adalah ajang silaturrahmi dan edukasi bagi lembaga sosial untuk meningkatkan sumberdaya insani baitul maal BMT. Kali ini yang dilaksanakan di Pati, yang bertempat di RS Fastabiq Sehat PKU Muhammadyah Pati. 18-19 Agustus 2016. Yang diikuti oleh 145 peserta dari Baitul maal PBMTI Jateng. Acara sebelumnya juga dilaksanakan di Temanggung dan Banyumas.

Agus Jamaludin, Panitia Roadshow dan Baksos, mengatakan selamat datang di Pati Bumi Tani, kabupaten yang kaya akan hasil bumi. “ kalau ke Pati tidak makan ikan Manyun dan nasi gandul, diragukan sudah ke pati atau belum. Karena selain kaya hasil bumi, Pati juga kaya akan hasil lautnya” kata agus.

Agus juga menjelaskan rangkaian acara, mulai dari berbagi informasi terkait dengan penghimpunan melalui dunia maya, materi penguatan pemberdayaan ekonomi bagi bailtul maal, juga motivasi bagi baitul maal dan pentingnya peran baitul maal BMT.

Bapak Abdurrahman, ketua MPD PBMTI Pati dalam sambutan mengatakan, BMT pada hakikatnya adalah Baitul maal. Karena Baitul maal adalah ruhnya. Sedang Tamwil adalah jasadnya. Maka keduanya harus bersatu dalam menjalankan tugas keumatan. Baitul maal tidak bisa berjalan, tanpa Tamwil seperti ruh manusia dan jasadnya. Sehingga BMT menjadi kamil (sempurna). Kamil itu sendiri harus sesuai dengan maqashid syariah, agar hatinya tentrem dan jasmaninya sehat. “mudah-mudahan acaranya berjalan lancar dan barokah” harap Abdurrahman.

Ketua Baitul Maal PBMTI Jateng, Dimas Prabowo Jati menyampaikan bahwa Roadshow dan Baksos kali ini memiliki pengalaman yang menarik, bagaimana tidak, berangkat dengan ambulan, nginep di Rumah sakit.  “Apasih BMT?” tanyanya. BMT yang terdiri dari Tamwil (bisnis) dan Maal (sosial) bukan sesuatu yang terpisah. sama sama lainnya saling melengkapi dan saling menguatkan.

Berbeda dengan yang sampaikan Bapak Ridwan, wakil dari Pengurus Pusat PBMTI, dalam qur’an banyak sekali kata-kata “Qul”.  Apa maksud dari ‘qul’? adalah kita harus berdakwah dengan lisan, memiliki keyatikan hati yang kokoh dan akhlak yang sesuai dengan sunnah rasul. Karena, bila manusia telah memiliki keyakinan hati yang kuat akan berdampak pikiran dan ucapannya akan baik dan akhlak yang soleh.

Dan semua itu harus di miliki oleh insan-insan pengelola baitul Maal. Bila tidak, BMT akan menjadi tidak sehat. “Oleh karenanya, baitul maal harus menguasai tamwil agar BMT bisa ‘masuk surga’. Maksudnya, bila BMT hanya mengelola keuangan saja, tidak diimbangi dengan peran sosial, tunggulah kehancurannya. Maksudnya, Bakrut!.” jelas Ridwan.

Sehabis sholat isya’, dengan rembulan yang begitu sempurna, acara roadshow dan Baksos Baitul maal PBMTI dilanjutkan dengan pengajian dan pembagian sembako kepada 70 tukang becak binaan baitul Maal KSPPS Fastabiq yang di dukung oleh bank CIMB Syariah.

Dilanjut dengan dialog santai yang dipimpin oleh Bapak Ridwan dengan baitul Maal BMT-BMT terkait dengan pengalaman Baitul Maal. Bagaimana KSPPS Fastabiq bisa membangun Rumah sakit. “semua ada momentumnya, dan spontan. Dan ingin dakwah secara powerfull. Semuanya atas pertimbangan batul maal yang meniru akhlak nabi yang powerfull dalam berdakwah. “Saya pun di BMT berawal dari Maal”  ridwan menutup acara.

Sambil di temani kacang godog, jagung godong dan pisang godong, dialog terasa semakin khusuk. Apalagi langit begitu cerah yang di temani bintang dan rembulan yang begitu indah. “semoga kita semua dapat ridha dan diberi tempat disurga oleh Allah SWT” doa Ridwan menutup.[]

Share This Post

Post Comment