dsc_0002

dsc_0002

SEMARANG- kementrian Koperasi dan UMKM RI melalui dinas Koperasi dan UMMKM Jawa tengah mengadakan senergi kegiatan Dupeti pembiayaan tahun 2016. Mulai dari pasar modal, perbankan, sertifikasi hak atas tanah wakaf dan pengembangan pembiayaan dengan ziswaf.   

Baitul maal TAMZIS dan beberapa Baitul Maal BMT di Jawa tengah mengikuti pengembangan skema pembiayaan usaha mikro kecil dan ziswaf pada Tanggal 18 Mei 2016 di hotel Edge Semarang.

Ir. Gayatri Indah Cahyani M.Si Kepala Dinas Koperasi Dan Ukm Provinsi Jawa Tengah dalam sambutannya mengatakan, ada 7 juta UMKM di Jawa Tengah yang harus dikembangkan. Sehingga perlu ada pendamping untuk UMKM. Selain itu, Angka kemiskinan di jawa tengah masih relatif tinggi.

Dengan adanya kenyataan tersebut, perlu adanya sinergi antar sektoran khususnya pasar modal, perbankan dan KSPPS untuk meningkatkan UMKM yang ada di Jawa Tengah. Tahun 2016, menurut data kementerian koperasi dan UMKM Jawa tengah ada 4.300 UMKM yang perlu pendampingan agar mendapatkan sertifikat.

“lemahnya UMKM, pengembangan UMKM tidak memenuhi persyaratan administrasi dan prosedur dari lembaga keuangan, agunan yang sulit dipenuhi oleh UMKM dan informasi yang belum merata. Semua ini adalah kendala-kendala yang sering dialami oleh UMKM di jawa tengah” jelas Gayatri.

Sedang dalam pidatonya, Dupeti Bidang Pembiayaan Drs. BRAMAN SETYO, M.Si menyampaikan ada 4 hal yaang harus ditekankan dalam pengembangan pembiayaan kopesi dan UMKM ke depan antara lain; pertama, soal sosialisasi dan advokasi koperasi yang potensial agar bisa mengakses dana-dana yang murah. Dana KUR misalnya.

Kedua, program pendampingan sertifikat hak atas tanah. Mengingat kita memiliki SDM yang minim, manajemen dan pemasaran yang minim pula. Sehingga pendampingan menjadi prasyarat utama yang diperlukan.

Ketiga, Bimtek koperasi agar menjadi peserta linkage. Dengan tapat mengakses permodalan ke LKS, mengakses dana KUR dan membantu perbankan dalam penyaluran permodalan kepada masyarakat maupun anggota koperasi.

Keempat, Monev KSPPS/USPPS koperasi sebagai pengelola ZISWAF dalam pengembangan pembiayaan pada masyarakat. Karena dana ziswaf memiliki kelebihan antara lain; satu, berdasarkan ketentuan syariah. Dua, pemberdayaan dan pengembangan koperasi syariah, khususnya BMT. mengingat ada 3.500 koperasi syariah di indonesia dan itu masih setara dengan 3% lembaga keuangan. Tiga, ZISWAF untuk pembiayaan. Dan keempat, peningkatan akses pembiayaan syariah melalui advokasi dan kerjasama antar lembaga keuangan syariah.

Melihat kenyataan UMKM di jawa tengah, sinergi pengembangan pembiayaan harus betul-betul saling membantu dan mengembangkan.[zbr]                       

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *