Yogyakarta (13/09/18), PBMT Institute mengadakan FGD (Forum Group Discussio) yang dilaksanakan di kantor Graha PBMT Indonesia, dengan mengambil judul : “Mengapa Rupiah Lemah ? Bagaimana Dampak Terhadap BMT ?” oleh Awalil Rizky yang menjabat sebagai Chief Economist PBMT Ventura.

          Forum yang dihadiri 90 tamu dari berbagai BMT yang tersebar di Indonesia tersebut dibuka oleh M. Burhan selaku Direktur PBMT Institute, diskusi berjalan dengan santai dan mengalir sambil diselingi sentilan sentilan dari narasumber. Beliau menyebutkan bahwa sekarang rupiah belum bisa dikategorikan krisis karena pelemahan yang terjadi masih dalam batas normal, beliau menambahkan bahwa fenomena krisis adalah jika terjadi pelemahan sebesar 25% atau lebih dalam waktu yang singkat.

          Beliau menyebutkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi nilai tukar mata uang asing yang pertama adalah pembayaran impor barang dan jasa, yang kedua aliran modal keluar dalam hal ini adalah pembayaran hutang luar negeri pemerintahan dan swasta dan penarikan kembali modal asing, dan yang ketiga adalah kegiatan spekulasi domestik maupun internasional.

          “Pelemahan rupiah akan terus berlanjut di kisaran 15.000 rupiah sampai akhir tahun.” tambah beliau, kondisi tersebut cenderung tetap stagnan tanpa ada penguatan tapi harus diwaspadai kondisi rupiah yang rawan terhadap tindakan spekulasi.

           Dampak bagi BMT yang paling terasa adalah likuiditas dari bank ke BMT semakin sulit, inflasi akan meningkat apalagi jika pelemahan terus berlanjut, lesunya perekonomian berpengaruh pada penghimpunan dana serta kualitas pembiayaan, tetapi akan menjadi peluang yang baik bagi BMT yang fundamentalnya kuat.

          Apa itu fundamental yang kuat ? beliau menjabarkan syarat BMT yang berfundamental kuat, yaitu BMT yang sumber pendanaan dari anggota berporsi terbesar, mayoritas anggota sudah menjadi bagian komunitas BMT, tersebar luasnya usaha mikro dengan nilai dibawah 50 juta rupiah yang menjadi porsi pembiayaan terbesar, sumber daya insani sudah menjadi bagian keluarga BMT dengan nilai keislaman yang kuat dan berjalanya fungsi Baitul Maal dengan baik sehingga memiliki kredibilitas tinggi di mata masyarakat.

          Beberapa masukan beliau untuk BMT dalam masa masa ini adalah, BMT yang berfundamental kuat bisa berkespansi dengan hati-hati, bagi yg belum kuat untuk kembali memperkuat fundamentalnya dan memperkuat serta mempererat kebersamaan antar gerakan BMT terutama di komunitas Perhimpunan BMT Indonesia agar semakin solid dalam menghadapi segala masalah dan yang terpenting adalah memperbanyak doa dan semakin meningkatkan amal kebaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *