Exif_JPEG_420

Temanggung. Temanggung. Siang itu di wisma Soemodilogo, Kranggan, Temanggung berkumpul para insan BMT se- Jawa Tengah. Mereka berkumpul dalam satu kegitan yang diagendakan oleh  Forum Baitul Maal jawa tengah PBMT I. Sebagai tuan rumah sekaligus panitia pelakasana adalah MPD  PBMT I Korda Temanggung. Acara tersebut adalah pelatihan Baitul Maal se- Jawa Tengah yang dilaksanakan selam dua hari pada hari Kamis-Jum’at, 19/20/2016.

Acara ini dihadiri oleh anggota Baitul Maal se Jawa Tengah. KSPPS BMT Al-Huda pun mengutus salah seorang anggota dari divisi Baitul Maal. Panitia menargetkan 60 peserta. “Dan alhamdulillah bisa tercapai” ujar Dimas Prabudjati ketua Forum Baitul Maal Jawa Tengah. Antusiasme peserta yang merupakan utusan dari BMT yang ada di Jawa Tengah terlihat dari beberapa Korda yang mengutus anggotanya.

Acara dimulai pukul satu lebih lima belas menit yang dibuka oleh ketua PBMT I Korwil Jawa tengah yang diwakili oleh ketua Forum Baitul Maal. Dalam sambutannya, Dimas Prabujati mengatakan bahwa dalam kegiatan ini diharapkan Baitul Maal menjadi ujung tombak bagi BMT dalam melaksanakan kegitaannya dan ini mengembalikan jati diri BMT sebagai lembaga dakwah. Selain itu, Pak Dimas menambahkan, hal ini dalam rangka untuk menjalankan rekomendasi munas  PBMT bagi BMT yang mengelola Baitul Maal Selama  lima tahun untuk fokus pada progam pemberdayaan.

Dari panitia pelaksana diwakili oleh bapak Khoirudin sebagai ktua MPD Korda Temanggung mengatakan pelatihan ini diharapkan mampu menjadi stimulus bagi keberadaan Baitul Maal khususnya di Temanggung untuk bangkit serta lebih giat berkembang dalam melayani umat. Sebagai lembaga dakwah ia mengatakan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. Salah satunya adalah daerah Kajoran yang muslimnya adalah minoritas.

Di akhir acara, Kepada Media KSPPS BMT Al-Huda, bapak Khoirudin menyampaikan hendaknya setelah kegiatan ini akan ada folow up serta pendampingan dari Forum Baitul Maal Jawa Tengah. Ia menambahkan, di Temanggung sendiri dari duapuluh tiga BMT yang ada hanya enam yang bisa survive hingga hari ini. Semoga yang dalam keadaan mati suri bisa bangkit dan berkembang lagi, ujarnya yang diikuti senyuman optimis.[](Pauzan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *