Purworewjo. Bencara alam tiada yang menyangka. Hujan lebat tengah malam yang terjadi Sabtu, 18 Juni 2016, mengakibatkan beberapa wilayah dilanda banjir dan tanah longsor. 

Kabupaten Purworejo adalah kawasan yang terkena dampak paling parah dibandingkan dengan kawasan jawa tengah yang lain.

Melihat bencana tersebut PBMT Baitul maal Jateng tak tinggal diam. Langsung membuat posko bencana di BMT Binamas. BMT Sebagai koperasi simpan pinjam syariah yang memiliki fungsi sosial (maal) langsung dengan sigap mengkoordinasikan anggotanya untuk pedulibantu para korban banjir dan longsor.

Pada Sabtu malam, PBMT Baitul Maal mengawali aksinya dengan mengirim tujuh personel pengelola BMT yang dibagi dua tim dengan membagikan 300 nasi bungkus ke kawasan Krendetan, kec. Bagelen dan Krandegan, kec. Bayan Purworejo, Jawa Tengah

Karsiwi Tri  Setyantoro, Ketua PBMT Baitul Maal Purworejo kepada Metrotv News melalui via telepon menjelaskan bahwa Malam itu berawal dari informasi grup What's App, kalau para korban tidak bisa memasak untuk sahur. Lalu kami komunikasikan dengan temen-temen BMT. atas kepedulian teman-teman jadilah aksi kita membagikan nasi bungkus.
“Tidak hanya itu, keesokan harinya, Minggu pagi, PBMT Baitul Maal yang berposko di BMT Binamas Purworejo menyediakan perahu karet untuk berkeliling mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah. Ada juga pembagian sembako dan kegiatan bersih-bersih masjid di tiga titik, seperti Desa Krendetan, Krandegan, dan Njelok. Hari itu, PBMT Baitul Maal bekerja sama dengan Dompet Dhuafa mengumpulkan sekitar 130 relawan dari berbagai kalangan” ucap karsiwi.
"Alhamdulillah, kami bersama-sama membantu bersih-bersih rumah warga. Dan fasilitas-fasilitas ibadah dan pendidikan. Warga pun senang sekali, karena mereka sudah merasa capek membersihkan rumah mereka sendiri" Karsiwi menambahkan.
Hingga kini, donasi yang terkumpul mencapai Rp50 juta hingga Rp75 juta. Yang telah disalurkan berupa uang tunai dan barang yang diperlukan oleh para korban banjir dan longsor di Kabupaten Purworejo. 

Soal donatur, kata karsiwi, ada sekitar 30 sampai 40 orang donator yang secara persoal menitipkan uang dan barang. Semua donatur telah tercatat dalam buku, meskipun belum secara rapi. Mengingat, semua sumbangan masih terus mengalir untuk kepada para korban melalui posko PBMT Baitul Maal. Apalagi beberapa korda BMT di masing-masing kabupaten belum masuk semua.

Pengalaman Tak Terlupakan 

 

PBMT Baitul Maal merupakan bagian dari Perhimpunan BMT di Indonesia. Koperasi simpan pinjam syariah ini memiliki dua fungsi yakni bisnis (tamwil) dan sosial (maal). Bagian bisnis memberi pembiayaan kepada usaha kecil. Sedangkan bagian sosial yang menerima dan menyalurkan Zakat, Infak dan Wakaf (ZISWAF) anggota dan masyarakat kepada yang berhak (mustakhik).  Dan memberi bantuan bencana alam termasuk bagian sosial yang menjalanikan.

Kita tahu, bencana alam memang tidak bisa diprediski. Tetapi PBMT Baitul Maal selalu siap apapun yang terjadi. Karena maal memiliki pengalaman yang bertahun-tahun dalam menangani bencana alam, entah itu Merapi meletus, Banjir Jawa tengah dan longsor.

Apalagi menolong sesama adalah kewajiban setiap manusia. PBMT Korda Purworejo merupakan anggota perhimpunan BMT Indonesia. Jadi wajar bila satu wilayah terkena bencana alam, semua BMT-BMT di wilayah yang lain ikut peduli. Karena salah satu fugsi BMT adalah fungsi sosial (Maal). Sebagaimana hal tahun 2013 lalu, Purworejo juga terkenah Banjir.
Karsiwi mengisahkan, pengalaman yang tak terlupakan ketika saya membantu evakuasi korban banjir yang terjebak di dalam rumah dengan perahu karet. Mereka tidak bisa kemana-mana karena alur banjir terlalu kencang dan dalam. Dan ini tantangan bagi BMT yang memiliki fungsi sosial.
"Mereka terjebak tidak bisa apa-apa di rumah, sudah dua hari tidak makan. Saat kita datang, mereka menyambut kami sambil menangis. Pada 2013, tim kami jam dua belas malam menyisir rumah, yang berhasil dievakuasi mereka dan kami langsung beri makan. Tapi sebaliknya, ketika melihat korban tak bisa kami selamatkan. Dan itu saya melihat dengan mata kepala sendiri. Itu  betul-betul pengalaman yang tidak bisa hilang dalam ingat saya," kenang Karsiwi.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *