img_0126

img_0126

WONOSOBO- Berdagang pada hakikat adalah membantu menyediakan kebutuhan orang lain. Sehingga orang lain yang sedang membutuhkan dengan mudah memenuhi kebutuhan hidupnya. Pendeknya, Berdagang itu memberi manfaat kepada pihak lain.

Bila pemahaman ini dipunyai oleh para pedagang dan pembeli niscaya keseimbangan dalam kebutuhan (ekonomi) tidak akan ada  yang saling merugikan. Yang ada justru kebalikannya, yakni saling memberi manfaat. Kecurangan dalam pasar insyaallah tidak terjadi lagi.

Begitu pula niat Baitul Maal Tamzis dalam mengadakan pemberdayaan pedagang, khususnya Pujasera (pusat jajanan selama ramadhan) ini. Memberi peluang kepada para pedagang untuk tetap memperoleh pendapatan selama ramadhan. Yang mana, di bulan-bulan biasanya para pedagang berjualan di sekolah, pinggir jalan dan dikampung-kampung di bulan ramadhan tidak bisa berjualan di pagi dan siang hari.

Dengan adanya pujasera, pedagang bisa memahami bahwa ramadhan bulanlah bulan yang menghambat memperoleh pendapatan, bahkaan sebaliknya, ramadhan adalah bulan istimewa dan berkah. Karena pada bulan ramadhan, pedagang mampu mendapat keuntungan lebih banyak. Baik secara jasadi maupun ruhani.

Pujasera  yang memasuki tahun ke 11 ini diadakan oleh baitul maal Tamzis tak hanya soal ekonomi selasa ramadhan, tapi juga sebagai syiar islam untuk menyemarakkan bulan suci ramadhan 1437H. Dengan demikian, umat bisa lebih mudah memperoleh kebutuhan bersahur dan berbuka.

Pujasera ini di laksanakan di jalan veteran, sudagaran wonosobo, Jawa Tengah ini berlangsung mulai tanggal 1 Ramadhan hingga tanggal 25 ramadhan yang diikuti oleh 118 pedagang. Mulai dari jualan kolak, kurma, gorengan, sayuran siap saji, lauk-pauk, es buah, kelapa muda dan masih banyak lainnya.

Adapun rangkaian kegitan Pujasera antara lain bazar kuliner, yang mulai dari ashar hingga bedug maghrib, dakwah on the street (Obrolan Menjelang Buka Puasa), Bahagia bersama 1000 yatim dan dhuafa, pentas rebana cilik dan lomba kaligrafi.

Dalam pelaksanaan pujasera, Baitul Maal Tamzis berkerja sama dengan Kantor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo. Hal ini merupakan upaya untuk mendesain  pujasera sebagai wisata kuliner ramadhan yang hegenis dan sehat.

Selain itu, panitia pujasera juga berkerja sama dengan radio swasta dan pemerintah yakni radio Purnamasidi, Citra FM dan Pesono FM. Agar informasi dan komunikasi dengan masyarakat luas bisa terjalin dengan apik.

Eko rahmat, ketua panitia pujasera mengatakan bahwa pujasera yang diadakan oleh Baitul Maal Tamzis ini adalah langka istiqomah pemberdayaan sosial . Karena masing-masing peserta berkewajiban untuk mendaftar diri Rp 60.000,- selama sebulan. Dengan fasilitas meja, payung, kaos dan lokasi yang strategis ditengah kota. Tak hanya itu, panitia juga memberi fasilitas permodalan dengan akad Qordul Hasan (akad kebajikan) Rp 300.000,-.

“Mudahan-mudahan dengan adanya pujasera, masyarakat wonosobo bisa dengan mudah, nyaman dan sehat untuk memenuhi kebutuhan berbuka dan bersaur. Tidak percaya, ayo ngabuburit ke pujasera!” jelas eko.[zbr]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *